Video

Berita LPDS

Konvensi Demokrat di TVRI

Oleh ATMAKUSUMAH ASTRAATMADJA
Ramai-ramai tentang penolakan terhadap siaran Konvensi [ ... ]

Other Articles
Baner
Baner
Baner

Foto

Kliping Berita

Atmakusumah: Pers Harus Lebih Teratur Menulis Papua

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Wartawan senior pemenang anugerah Ramon Magsaysay tahun 2000 dan salah  [ ... ]

Other Articles
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Baner
    Filosofi "wine" diplomasi pers Sabam Siagian
    Ditulis oleh Administrator   
    Sabtu, 04 Juni 2016 16:32
    Filosofi
    Sabam Pandapotan Siagian (1932-2016). (Repro buku "Perenungan dan Pemikiran Sabam P. Siagian)
    Profesi tanpa filiosofi akan hampa, hanya sekadar jadi pekerja."

    Jakarta (ANTARA News) - "Wartawan harus terdidik secara baik. Well educated." Kalimat dwi bahasa ini bakal tak terucap lagi dari sang empunya. Sabam Pandapotan Siagian wafat di Rumah Sakit Siloam Semanggi Jakarta, Jumat (3/6), setelah sekian lama mengalami gagal ginjal.

    Pak Sabam atau Excellency Siagian, demikian sapaan akrabnya di kalangan pers dan diplomat, tidak pernah bosan menyampaikan nasehat itu dalam berbagai kesempatan berbincang dengan sejawat jurnalisme, terutama wartawan lebih muda. Baginya bukan sekadar pendapat biasa, namun cermin perjalanan hidup yang dilalui.

    Selanjutnya...
     
    Perubahan Iklim, Sang Pemusnah Massal
    Ditulis oleh Jeane Rondonuwu   
    Sabtu, 04 Juni 2016 16:21

    Laporan Jeane Rondonuwu, Sulutdaily.com, 31 Mei 2016

    Penulis adalah peserta Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim, Hotel Novotel, Manado,

    26-27 April 2016. Lokakarya diselenggarakan Lembaga Pers Dr Soetomo dan Kedutaan Norwegia.

    KOTA Tomohon tak lagi sejuk. Penambangan liar dan penebangan hutan telah merusak kelestarian hutan serta keindahan kota yang dihuni oleh 87.719 jiwa ini. Kota dataran tinggi Tomohon, 30 km ke arah selatan dari Manado, dikenal sebagai ladang sayur mayur  dan tanaman bunga, bak Lembang di Jawa Barat.


    ClimateReporter, Manado - ''Dulu Kota Tomohon dikenal karena sejuknya tapi sekarang tidak lagi dan semuanya itu tinggal kenangan,'' kata Martina Langi, dosen  kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi di Manado.

    Selanjutnya...
     
    "Empap pap pap", Segeralah Menjauh
    Ditulis oleh Yani Basaroni   
    Sabtu, 04 Juni 2016 16:15

    Oleh Yani Basaroni, Koran Babel, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, peserta kunjungan kawasan LPDS ke Kalimantan Tengah, Februari 2016

    "Empap pap pap," kata wanita bule berparas cantik bernama Jenn Brousseau asal Amerika.

    “Jangan coba mendekat, jika mendengar suara seperti itu di dalam hutan Borneo sebutan lain dari pulau Kalimantan. Sebaiknya masyarakat menghindar dari lokasi sekitar munculnya suara itu, atau mencari tempat berlindung,” kata sarjana biologi Universitas Boston dan S2 Universitas Kent dalam konservasi monyet. Jenn di Kalimantan Tengah untuk meneliti primata.

    Temuan ini diketahui setelah Jenn beradaptasi di Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG), Kereng Bangkirai-Sebangau, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

     

    “Empap pap pap, merupakan suara orangutan yang merasa terusik atas keberadaan manusia di sekitarnya,”ujar Jenn.

    Selanjutnya...
     

    Atma Menjawab

    Bahasa Media

    Kajian Media

    Pernyataan Dramatis Jokowi di Papua dan Kebebasan Pers

    article thumbnail

    Oleh ATMAKUSUMAH

    Untuk kesekian kali sejak sebelum dan sesudah menjabat presiden, Joko Widodo mengeluarkan pernyataan dramatis yang mencerminkan hasrat untuk mendorong keterbukaan ketika menilai suatu peristiwa dan masalah dalam masyara [ ... ]

    Jajak Pendapat

    Dewan Pers telah mengesahkan Standar Kompetensi Wartawan yang memuat aturan tentang Uji Kompetensi Wartawan sebagai bentuk sertifikasi untuk wartawan. Apakah saudara MENDUKUNG atau TIDAK MENDUKUNG sertifikasi untuk wartawan?
     

    Buku

    Beasiswa