Video

Berita LPDS

Bangga Menjadi Wartawan

article thumbnail

Jakarta (Berita LPDS) – Wartawan senior, Parni Hadi, mendorong wartawan untuk bangga terhadap p [ ... ]

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Foto

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Jual Danau Toba Jangan Sekadar Nama
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 15 Desember 2014 16:51

Oleh Hartatik, Wartawan harian Suara Merdeka ,Semarang,
peserta MDK II (Meliput Daerah Ketiga), dengan penugasan di Sumatera Utara Agustus 2014

DERU suara truk yang mengangkut kayu pinus meraung-raung kencang, ketika keluar masuk dari Hutan Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Berpuluh-puluh batang pinus yang ditebang dari hutan alam itu, hanya dalam hitungan jam sudah berpindah tempat.

Dalam sehari tidak kurang dari 10 truk pengangkut kayu-kayu pinus, melintas di jalur lintas timur Sumatera menuju Dairi dan Medan. Kebanyakan truk yang membawa kayu-kayu dari Hutan Tele itu melintas sehabis magrib.

Demikian disampaikan Wilmar Eliaser Simandjorang usai memutarkan rekaman video berdurasi sekira setengah jam yang pernah didokumentasikan saat berada di Hutan Tele.

Secara mengejutkan, pegiat lingkungan dari Lembaga Penyelamatan Kawasan Danau Toba itu mengaku, pernah diancam dibunuh ketika melakukan dokumentasi. Bersama anaknya, Rikardo Simandjorang, mantan Bupati Samosir ini merekam aktivitas truk pengangkut kayu yang tengah keluar dari hutan Tele.

Selanjutnya...
 
Menyeret Ember, Menghapus Luka
Ditulis oleh Yashinta   
Kamis, 04 Desember 2014 15:41

Oleh Yashinta, Batam Pos, Kepulauan Riau,
peserta kunjungan kawasan ke Desa Tanjungleban, Riau, Juni 2014


SETIAP tahun bencana api menjadi sumber ketakutan tersendiri bagi masyarakat Riau. Puluhan ribu hektar lahan rakyat terbakar percuma. Kerugian materi menyentuh angka triliunan rupiah, bahkan kesehatan puluhan ribu jiwa terancam

Masyarakat Desa Tanjungleban, Riau, sudah bisa tersenyum. Mereka bisa memecah tawa, meski sisa-sisa duka itu masih tersimpan elok di ingatan. Februari hingga Maret 2014 si jago merah mengamuk lagi di puluhan ribu hektare lahan warga di Kabupaten Bengkalis. Kebun sawit dan karet dilahap tanpa ampun.  Tamu yang tak diundang itu juga menghadiahi warga dengan karbondioksida (CO2). Dan, menyebarlah CO2 dalam bentuk asap hitam, hingga daerah tetangga.

Menurut  Dr. Haris Gunawan, Direktur Pusat Studi Bencana, Universitas Riau,  Tanjungleban merupakan salah satu daerah yang mengalami kebakaran terbesar di  Riau. Daerah ini berada di atas tanah gambut berkedalaman hingga 12 meter. Musim kemarau, tanah gambut mudah kering dan  terbakar. Puntung rokok yang dibuang secara tak sengaja bisa menimbulkan kemarahan si jago merah. Meski sudah dipadamkan,  bara api sering petak umpet di bongkahan gambut  dan kembali membara ketika mata masyarakat lengah. 

Selanjutnya...
 
Bom Waktu di Bukitlengkung
Ditulis oleh Fajar Fahrudin   
Kamis, 04 Desember 2014 15:38

Oleh Fajar Fahrudin, infokaltim.com, Samarinda,
peserta kunjungan kawasan ke Desa Tanjungleban, Riau

(Catatan penulis: Lokakarya Meliput Perubahan Iklim LPDS ini bermanfaat dalam menambah pengetahuan khususnya meliput perubahan iklim di daerah lahan gambut Riau; menambah persaudaraan, mengeratkan ikatan emosional di antara sesame jurnali. Lokakarya ini tidak sekedar  berbicara tentang situasi tentang lahan gambut, tapi juga degradasi pantai. (Peserta) punya pengalaman menarik  terkait meliput perubahan iklim di daerah lahan gambut Riau. Para mentor dapat mentransfer ilmu pengetahuan dengan baik, sehingga dapat diterima  peserta.)

 

KEBAKARAN lahan gambut di Dusun Bukitlengkung, Riau, Februari-Maret 2014 mengubah nasib warga dalam sekejap. Seorang di antaranya, Tugiadi, kehilangan harta yang dikumpulkannya dengan jerih payah selama tiga tahun. Dia menderita stres, sampai-sampai lupa nama istrinya.

Organisasi kampanye lingkungan hidup global Greenpeace sejak 2007 mengingatkan dan meminta pemerintah Indonesia mengantisipasi dampak El Nino. Badai ini  biasanya ditandai dengan kekeringan panjang yang bisa mengganggu produksi pangan dan meningkatkan risiko kebakaran lahan. Apakah ini ada hubungannya dengan kebakaran lahan gambut yang kaya karbon di Dusun Bukitlengkung, Riau?

Selanjutnya...
 

Atma Menjawab

Penerima Anugerah Magsaysay (2000)
Ketua Dewan Pers (2000 - 2003)
Direktur Eksekutif LPDS (1992 - 2002), dan hingga kini menjadi pengajar senior LPDS

Kirimkan pertanyaan Anda mengenai hukum dan etika pers disini, atau ke email : atmamenjawab@lpds.or.id

Bahasa Media

Kajian Media

Obor Rakyat Mengusik Kebangsaan

article thumbnail

Oleh ATMAKUSUMAH

Ketika Rancangan Undang-Undang Pers yang berlaku sekarang dibahas di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat pada awal masa Reformasi, seorang anggota DPR mengatakan bahwa hak hukum warga tidak dapat dibatasi. Artinya, setia [ ... ]

Jajak Pendapat

Dewan Pers telah mengesahkan Standar Kompetensi Wartawan yang memuat aturan tentang Uji Kompetensi Wartawan sebagai bentuk sertifikasi untuk wartawan. Apakah saudara MENDUKUNG atau TIDAK MENDUKUNG sertifikasi untuk wartawan?
 

Buku

Panduan Hubungan Masyarakat (dua jilid)

Judul: Panduan Hubungan Masyarakat (dua jilid) Penyusun: Priyambodo RH, Atmakusumah, Ridwan Nyak [ ... ]

Beasiswa